BantenPandeglang

Agen Sembako E-Warung BPNT di Cikeusik Diduga Langgar Permensos dan Pedum Sembako

BANTENMORE, PANDEGLANG – Dugaan adanya KKN agen E-warong program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di wilayah Kabupaten Lebak, Banten yang belum lama ini diungkap oleh Anggota DPRD Lebak Fraksi PPP Musa Weliansyah menjadi kenyataan di Kabupaten Pandeglang.

Hal itu merunut hasil investigasi yang dilakukan Bantenmore dimana ditemukan adanya agen sembako yang tidak sesuai dengan kriteria yang tertuang dalam Permensos dan Pedoman Umum (Pedum) Sembako.

Adanya sistem pemaketan barang yang dilakukan oleh agen sembako (e-warung) program BNPT yang diberikan kepada KPM diduga tidak sesuai dengan Permensos dan Pedum Sembako tersebut.

Sebut saja Jacko, narasumber yang kita sembunyikan datanya itu menerangkan kepada Bantenmore bahwa harga barang yang dijual kepada KPM jauh diatas harga rata-rata pasar, dan ini tidak sesuai dengan prinsip bansos pangan yang tertuang dalam Pedum Sembako.

Khususnya di Kecamatan Cikeusik, Pandeglang, Banten patut diduga adanya penerima fiktif yang jumlahnya lebih dari 500 KPM se-Kecamatan Cikeusik yang berpotensi merugikan kas negara,” kata dia. Rabu malam (20/1).

Menurutnya hal itu jangan lantas dibiarkan, karena kata dia itu merupakan tindakan melawan hukum yang dilakukan oleh agen e-warung, pendamping sembako, TKSK, dan Tim Koordinasi Bansos Pangan Tingkat Kecamatan Cikeusik.

BACA : Anggota DPRD Lebak Ungkap Dugaan Penyelewengan Verifikasi Calon Agen E-warong

“Patut diduga terjadi tindak pidana korupsi dalam pelaksanaan program bantuan sosial pangan di Kecamatan Cikeusik. Karena ada yang di kelola oleh perangkat desa,” tandasnya. (Red)

Rahmat Hidayatullah

Rahmat Hidayatullah

Rahmat dikenal punya dedikasi dan loyalitas tinggi. Berkomitmen dalam segala urusan pekerjaannya dan merupakan salahsatu pengelola portal berita Bantenmore. Apabila ada keberatan, atau ketidakpuasan dengan pemberitaan kami dan menjadi sengketa, kami melayani HAK JAWAB, dan HAK KOREKSI
Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker