BantenSerang

Dampak Banjir Bercampur Limbah B3, Warga: Ngadu Sana Sini Nggak Ada yang Dengar

BANTENMORE, SERANG – Banjir bercampur limbah B3 yang kerap menimpa pondok pesantren Salafi Al-Jauhariah dan warga sekitar Kampung Ciberem, Desa Cikande, Kecamatan Cikande, Serang mulai mendapat banyak keluhan ketika masuk di musim penghujan ini.

Pasalnya sejak Jumat 5 Februari 2021, santri Ponpes Salafi Al-Jauhariah dan warga sekitar masih merasakan dampak banjir tersebut. Hal ini terpantau saat Bantenmore kembali mendatangi Ponpes Salafi Al-Jauhariah setelah menayangkan berita berjudul “Kerap Diterjang Banjir Bercampur Limbah, Santri Ponpes Salafi Al-Jauhariah Mengeluh” yang tayang pada Jumat (5/2/2021).

“Ini mah kan akibat curah hujan yang deras sehingga kali meluap dan menyebabkan banjir merendam rumah warga dan pesantren Salafi Al-Jauhariah,” terang Jasti salahsatu warga yang rumahnya ikut terendam banjir bercampur limbah B3 saat ditemui Bantenmore dilokasi. Senin (8/2/2021).

Lebih jauh dikatakan, semenjak itu (banjir) aktifitas rumah tangga lumpuh total buat cuci baju, cuci piring dan air minum yang berasal dari PAM pun tidak berani direbus untuk di minum.

“Airnya campur limbah. Pekat berwarna hitam, berbau dan bisa menyebabkan gatal-gatal serta panas di kulit jika kita kelamaan berendam di air banjiran itu,” beber Jasti.

Ia juga mengaku sudah beberapa hari ini mengungsi dari tempat tinggalnya. Karena menurutnya terlalu riskan berada dirumah saat banjir masih menggenangi rumahnya.

“Yah terpaksa harus ngungsi, habis mau gimana lagi ngadu sono sini juga gak di denger, juga resikonya berbahaya kalau masih tinggal dirumah kalau banjir masih mengenang. Kasian juga itu parah santri Salafi Al-Jauhariah yang harus ikut mengungsi,” imbuhnya.

Ditanya apakah sudah ada bantuan dari pemerintah setempat, Jasti menjelaskan jika setiap tahun terjadi banjir tidak ada sama sekali bantuan dari pihak terkait.

“Ini kan banjir terjadi tiap tahun. Walaupun sudah berkali-kali tapi tidak ada perhatian khusus dari pihak pemerintah setempat maupun perusahaan yang katanya sih yang suka buang limbah B3 ke sungai itu PT. Frans Putra Textile dan PT. Sari Daya Plasindo (PSD). Sudah ada korban nya juga. Maka itu disetiap banjir datang kami tida berani lama-lama di sini,” ungkapnya.

Pemilik Ponpes Salafi Al-Jauhariah Ustaz Ade Kurniawan menambahkan, masyarakat dan para santri berharap pemerintah setempat dan perusahaan mau mendengar keluhan kami dan warga.

“Kami tidak butuh apa-apa hanya butuh kenyamanan dalam beraktifitas saat mandi, cuci, kakus dan terutama air minum biar tidak terkena dampak limbah yang merendam rumah maupun pondok pesantren,” tukas Wawan.

Banjir bercampur limbah B3 di rumah warga sekitar Ponpes Salafi Al-Jauhariah. (Foto: Rudi/Iing Bantenmore) banjir bercampur limbah b3 - Banjir Bercampur Limbah B3 1 1024x473 - Dampak Banjir Bercampur Limbah B3, Warga: Ngadu Sana Sini Nggak Ada yang Dengar
Banjir bercampur limbah B3 di rumah warga sekitar Ponpes Salafi Al-Jauhariah. (Foto: Rudi/Iing Bantenmore)

Terpisah, saat Bantenmore melakukan konfirmasi ke pihak PT. Frans Putra Textile dan diterima HRD yang enggan namanya disebut mengatakan jika dirinya tidak mempunyai kapasitas untuk menjawab hal tersebut.

“Kebetulan atasan kami sedang berada diluar dan saya sendiri tidak mempunyai hak untuk menjawab hal tersebut,” kilah dia.

Sementara Camat Cikande Muhamad Agus, ditanya terkait hal itu via WhatsApp hanya menanyakan terkait perusahaannya.

“Perusahaan apa. Nanti saya lanjutkan ke pihak DLH, kalau bisa pihak desa membuat laporan resmi di sertai bukti-bukti dan sudah saya tugaskan Kasi Trantib ke perusahaan di TKP,” ucap Agus singkat. (Rudi/Iing Bantenmore)

Rahmat Hidayatullah

Rahmat Hidayatullah

Rahmat dikenal punya dedikasi dan loyalitas tinggi. Berkomitmen dalam segala urusan pekerjaannya dan merupakan salahsatu pengelola portal berita Bantenmore. Apabila ada keberatan, atau ketidakpuasan dengan pemberitaan kami dan menjadi sengketa, kami melayani HAK JAWAB, dan HAK KOREKSI
Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker