BantenPandeglang

Gas Melon Langka di Sindangresmi Pandeglang, Warga: Pak Ahok Tengok Dong Kesini

BANTENMORE, PANDEGLANG – Menjelang akhir tahun 2020 masyarakat wilayah Pandeglang dan sekitarnya khususnya Kampung Cikarang, Kecamatan Sindangresmi, Kabupaten Pandeglang, Banten mulai resah dan gelisah.

Usut punya usut, dari informasi saat dirangkum bantenmore terkait keluhan warga kampung cikarang itu bukan terkait Covid-19, namun berupa kelangkaan gas melon 3 kilo di wilayahnya.

“Iya gile bener saya udah keliling ke semua tempat sampai ke agen nya. Gas melon pada abis semua, kalaupun ada yang stok dijualnya dengan harga mahal banget disini,” seloro Suryana warga kampung cikarang, kepada bantenmore. Senin (28/12).

Menurut Suryana kelangkaan gas ini sangat mengkhawatirkan masyarakat sekitar, apalagi menjelang pergantian tahun. “Ribet kang gak ada gas begini, tetangga saya karena gas gak ada jadi masak pake kayu bakar noh,” bebernya.

Suryana juga meminta Komisaris Utama PT. Pertamina, Basuki Tjahaja Purnama (BTP) yang suka memperhatikan rakyat kecil agar melihat kondisi kelangkaan gas melon di Kabupaten Pandegalang khususnya di kampung cikarang.

“Iya kan komisaris pertamina mantan gubernur jakarta kan pak Ahok. Tolong dong pak Ahok supaya suplai gas melon di pandeglang banten khususnya di kampung cikarang diperhatikan. Pak Ahok tengok dong kesini,” pinta dia.

Lanjutnya, kalau stok gas melon abis terus begini kita disini bisa masak pakai kayu bakar lagi balik ke jaman dulu. “Apa ini cuma maenan pertamina aja tiap mau akhir tahun begini,” duga Suryana.

“Atau jangan-jangan ada agen besar yang sengaja nimbun gas biar langka dan harganya di naikin sebelum tahun baru. Ini mah nyengsarain rakyat namanya,” tandasnya.

Rahmat Hidayatullah

Rahmat Hidayatullah

Rahmat dikenal punya dedikasi dan loyalitas tinggi. Berkomitmen dalam segala urusan pekerjaannya dan merupakan salahsatu pengelola portal berita Bantenmore. Apabila ada keberatan, atau ketidakpuasan dengan pemberitaan kami dan menjadi sengketa, kami melayani HAK JAWAB, dan HAK KOREKSI
Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker