BantenPandeglangWisata & Kuliner

Penjual Otak-otak Pantai Tanjung Lesung Mengaku Omset Anjlok

Akibat Tsunami Selat Sunda, Gempa Banten dan Pandemi Covid-19

BANTENMORE, PANDEGLANG – Siapa yang tak kenal dengan makanan otak-otak yang populer sejak lama di daerah pulau Sumatera dan sekitarnya, seperti Kepulauan Riau, Palembang, dan Bangka Belitung. Di Singapura dan Malaysia, otak-otak juga terkenal. Namun, di setiap daerah memiliki keunikan masing-masing, terutama pada sausnya.

Hal itupun dimanfaatkan oleh Dori (47) dan Imas (45) sepasang suami istri yang berprofesi sebagai pedagang otak-otak di pantai Tanjung Lesung yang berasal dari kecamatan Labuan, Kabupaten Pandeglang Banten.

Kepada Bantenmore, Kamis 31 Desember 2020 sepasang suami istri penjual makanan otak-otak itu bercerita jika sehari menjelang pergantian malam tahun baru dan tepat 2 tahun lalu mereka mengalami penurunan penjualan yang drastis dan luar biasa yaitu mencapai angka 90%.

“Liburan natal dan pergantian malam tahun baru ini biasanya berjualan otak-otak di sekitar pantai Tanjung Lesung perhari bisa habis terjual 800 sampai 1.000 otak-otak,” kata Dori sang suami.

Namun sekarang pada malam pergantian tahun baru 2021 ini jangankan menghabiskan 800 sampai 1.000 otak-otak. Mau menghabiskan 100 otak-otak pun rasanya amat sulit sekali dikarenakan adanya wabah virus Corona atau covid-19, ditambah kondisi cuaca tidak memungkinkan hampir setiap hari turun hujan, curah hujan tinggi dan angin kencang.

“Kemarin-kemarin di wilayah menuju ke pantai Tanjung Lesung mengalami banjir dan akses jalan menuju pantai terhambat, apalagi ada surat edaran Pemerintah Provinsi Banten tentang larangan Perayaan Pergantian Tahun Baru 2020-2021 di Banten,” kata Dori.

Lanjutnya, dengan adanya surat edaran Pemprov Banten tersebut pasti pengawasan terhadap pelaksanaan larangan dilapangan akan sangat ketat dilakukan oleh aparat Kepolisian, TNI, Satpol PP, dan BPBD. “Dan titik pengawasan dilakukan di objek yang biasanya dijadikan wisatawan sebagai destinasi wisata yaitu di pantai-pantai wilayah Banten”.

“Untuk itu liburan natal dan pergantian malam tahun baru 2020-2021 ini kami memutuskan tidak berjualan otak-otak dikarenakan wisatawan sepi. Apabila saya memaksakan untuk tetap berjualan otak-otak, kalau wisatawan sepi, otak-otak kami juga ikutan sepi yang ada malah merugi,” ujar Imas menimpali.

1234Laman berikutnya
Rahmat Hidayatullah

Rahmat Hidayatullah

Rahmat dikenal punya dedikasi dan loyalitas tinggi. Berkomitmen dalam segala urusan pekerjaannya dan merupakan salahsatu pengelola portal berita Bantenmore. Apabila ada keberatan, atau ketidakpuasan dengan pemberitaan kami dan menjadi sengketa, kami melayani HAK JAWAB, dan HAK KOREKSI
Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker