BantenSerang

Warga Keluhkan Efek Pembangunan Perumahan Griya Lestari Perkasa Warakas

Kades Warakas Diduga Bungkam?

BANTENMORE, SERANG – Pasca adanya pembangunan perumahan Griya Lestari Perkasa di Kampung Pedelekan, Desa Warakas, Kecamatan Binuang, Kabupaten Serang menjadi keluhan sejumlah warga.

Pasalnya pembangunan tersebut diduga mengabaikan irigasi pengairan ke lahan sawah milik warga setempat. Sehingga pemilik sawah yang dulunya sangatlah produktif dan memiliki penghasilan lebih dari 2 ton permusim kini hanyalah tinggal cerita.

“Pihak pengembang tidak memperhatikan pengaturan air (irigasi) dan tidak membuat saluran air yang tertata, akibatnya sawah masyarakat seluas 3.000 meter menjadi korban,” keluh H. Bastari salahsatu warga Pedelekan, Warakas. Kamis (4/2).

Parahnya lagi, menurutnya selama 3 tahun ini dirinya tidak pernah bercocok tanam di lahan sawah miliknya sendiri.

Sawah milik warga yang sudah tidak produktif lagi. (Foto: Iing/Bantenmore) perumahan griya lestari perkasa warakas - Pembangunan Perumahan Griya Lestari Perkasa 1 - Warga Keluhkan Efek Pembangunan Perumahan Griya Lestari Perkasa Warakas
Sawah milik warga yang sudah tidak produktif lagi. (Foto: Iing/Bantenmore)

“Lahan sawah yang tadinya produktif sekarang mati. Padahal anak saya sudah pernah melakukan mediasi terhadap pimpinan perusahan atau pengembang agar dibuatkan irigasi guna kelancaran air dan tidak mengendap di persawahan,” ungkapnya.

“Di samping itu kami dan keluarga yang memiliki sawah sering juga meminta bantuan kepada Kepala Desa Warakas Ahmad Yamin agar dapat di mediasikan dengan pihak pengembang atau perusahaan tapi sampai saat ini tidak pernah ada respon terhadap keluhan warganya,” tambahnya. (Iing Bantenmore)

Rahmat Hidayatullah

Rahmat Hidayatullah

Rahmat dikenal punya dedikasi dan loyalitas tinggi. Berkomitmen dalam segala urusan pekerjaannya dan merupakan salahsatu pengelola portal berita Bantenmore. Apabila ada keberatan, atau ketidakpuasan dengan pemberitaan kami dan menjadi sengketa, kami melayani HAK JAWAB, dan HAK KOREKSI
Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker