Metropolitan

Wedaaan, Meski Ada Perbaikan Air PALYJA di Semanan Bak Kubangan Kerbau

Air berwarna hitam dan berbau tak sedap terkadang berbusa

BANTENMORE, JAKARTA – Wedaaaan, lagi-lagi suplai air PT PAM Lyonnaise Jaya (Palyja) operator penyedia dan pelayanan air bersih dikeluhkan warga Semanan, Kalideres, Jakarta Barat.

Hal itu lantaran, air yang diterima warga RW 03 Semanan berwarna kehitaman campur kebiruan. Tak hanya itu, bau yang tak sedap juga menyengat dari air tersebut. Sehingga air tak layaknya digunakan.

“Iya benar bahwa ada warga yang mengeluhkan buruknya kualitas pasokan air PALYJA. Airnya mirip kubangan kerbau berwarna hitam dan berbau tak sedap terkadang berbusa,” ucap Zaenny Ketua RW 11 Semanan kepada Bantenmore, Kamis (31/12/2020).

Lanjutnya, warga disini pada komplain dan meminta pihak Palyja secepatnya menuntaskan permasalahan kualitas air yang buruk dan minimnya pasokan debit air ini.

Zaenny menegaskan, sudah lama aliran air PALYJA diwilayahnya terkadang keluar dan kadang tidak. Itupun tidak semua pelanggan mendapatkan air walau sudah di pompa oleh PALYJA pada hari Selasa dan Sabtu.

“Kalaupun air nya keluar itu terkadang bau seperti air got dan berwarna seperti susu serta berbusa tidak layak digunakan pokoknya. Warga juga takut-takut make airnya buat mandi takut kena bakteri,” bebernya.

Sementara itu, saat dikonfirmasi Manajer PAM JAYA, Marisa menyampaikan akan mengecek terlebih dahulu ke PALYJA.

“Saya mesti cek ke PALYJA dulu pak,” kata dia lewat pesan WhatsApp nya.

Terpisah, hal yang sama juga diutarakan warga RW 03, Nur (29) menurutnya, warga sekelilingnya merasakan hal sama dengan kejadian yang sangat merugikan tersebut.

“Kejadian ini sudah sebulan lamanya, padahal katanya sudah ada perbaikan dari Tim Kebocoran tetapi air masih saja buruk. Bahkan air yang kami terima masih saja terlihat keruh terkadang berubah warna menjadi biru, kadang juga hitam seperti kaya air got dan baunya menyengat,” keluh Nur.

Lantaran kualitas air dari PALYJA begitu buruk dan tak bisa dipakai, Nur juga menjelaskan, ia bersama warga lainnya terpaksa harus membeli lewat tukang air keliling untuk memenuhi kebutuhan dasar rumah tangga dengan biaya yang cukup merogoh kocek keluarganya.

Sedangkan untuk kebutuhan air pagi dan sore harus membeli dengan menggunakan selang kepada tetangganya yang memiliki pompa air tanah.

“Kami sangat terbebani harus mengeluarkan kocek lagi. Apalagi dimasa pandemi Covid-19 ini. Kami berharap dengan kejadian ini pihak PALYJA responnya jangan lambat, segera cepat diperbaiki jaringan-jaringan mana yang bocor. Sehingga pasokan air PALYJA kembali bersih dan aman bisa dikonsumsi lagi,” harapnya.

Seperti diketahui, sebelumnya pihak PALYJA juga sudah melakukan upaya perbaikan kebocoran pipa suplai air bersih ke pelanggan yang mengalami gangguan soal asal air berwarna dan berbau yang dikeluhkan warga RT 10 RW 03 Semanan.

Kendati demikian, upaya perbaikan kebocoran tersebut hingga kini masih saja ada sejumlah pelanggan atau warga mengeluhkan kualitas air yang sangat buruk dan bau menyengat. (Drey Bantenmore)

Redaksi

Redaksi

BANTENMORE adalah situs berita yang diterbitkan oleh PT Wartalika Jurnalhitz Info Grup (PT WJI Grup) dengan slogan Bukan Sekedar Berita, yang mengutamakan standar jurnalisme berkualitas dan mengedepankan kaidah serta etika jurnalistik.
Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker