Politik

William Aditya Anggota Fraksi PSI Usul Dana Banpol Naik

Taufan Bakri: Pandemi Covid-19 Belum Pantas Dinaikan

BANTENMORE, JAKARTA – Beredar di media sosial rekaman suara dari anggota fraksi PSI DPRD DKI Jakarta, William Aditya Sarana yang meminta agar dana Bantuan Politik (Banpol) partai dinaikan. William beralasan, karena perlu ada penambahan anggaran demi bisa membantu operasional partai.

Terpisah, hal itu dibenarkan Pemprov DKI Jakarta anggota fraksi PSI DPRD William Aditya Sarana mengajukan kenaikan dana bantuan politik untuk partai setinggi-tingginya. Dan pengajuan itu disampaikan kepada Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol).

“Pengajuan kenaikan dana banpol sudah kerap kali diajukan tiap tahunnya,” kata Kepala Badan Kesbangpol DKI Jakarta, Taufan Bakri yang menganggap apa yang disampaikan William adalah hal yang wajar dilansir suara.com.

“Usulan untuk kenaikan dana itu wajarlah, kalau usulan kenaikan dana partai,” ujar Taufan kepada wartawan, Jumat (25/12/2020).

William, kata Taufan, ingin dana itu nantinya bisa dipakai parpol untuk kaderisasi hingga sosialisasi program. Taufan tak memungkiri partai memang membutuhkan dana ini.

“Memang kita menganggap buat pengkaderan partai untuk sosialisasi politik karena kan mereka butuh dana,” jelasnya.

Meski kerap diajukan, dana Banpol tidak bisa dinaikan begitu saja. Harus melihat kemampuan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) terlebih dahulu.

Karena itu, rekaman video yang beredar baru sekadar usulan. Namun, karena kondisi pandemi Covid-19, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) sudah mengevaluasi dan tak menaikan dana Banpol di APBD 2021.

“Karena keuangan engga ada, kita ke kemendagri belum bisa. Belum pantas dinaikan,” pungkasnya. (SC)

Rahmat Hidayatullah

Rahmat Hidayatullah

Rahmat dikenal punya dedikasi dan loyalitas tinggi. Berkomitmen dalam segala urusan pekerjaannya dan merupakan salahsatu pengelola portal berita Bantenmore. Apabila ada keberatan, atau ketidakpuasan dengan pemberitaan kami dan menjadi sengketa, kami melayani HAK JAWAB, dan HAK KOREKSI
Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker